-->
-->

Dihadapan Mentan, Al Muktabar Ngaku Berkomitmen Optimalkan Sektor Agro sebagai Unggulan

WhatsApp Image 2023 07 19 at 21.10.00
Pj Gubernur Banten Al Muktbar menyambut kedatangan Mentan RI Syahrul Yasin Limpo di gedung Pendopo Gubernur, Kota Serang, Selasa, (18/7/2023). (Foto: Istimewa)

SERANG,SOROSOWAN.CO.ID – Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja beserta rombongan ke gedung Pendopo Gubernur, KP3B, Kota Serang, Selasa, (18/7/2023).

Mentan diterima Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, dihadapan Mentan dia mengaku, jika Pemprov Banten berkomitmen mengembangkan sektor agro sebagai sektor unggulan.

Diketahui, dalam pertemuan itu juga dibahas bagaimana mengantisipasi ancaman El Nino terhadap ketahanan pangan karena berdasarkan prakiraan BMKG, El Nino akan mengalami puncaknya di bulan Agustus-September.

“Melalui kegiatan ini, kita akan lebih mengoptimalkan sektor agro di Banten. Apalagi sekarang akses jalur selatan Banten semakin mudah dengan adanya pembangunan infrastruktur Jalan Tol Serang-Panimbang,” ungkapnya.

MENARIK UNTUK DIBACA:  Tahun Ini Kabupaten Serang Surplus Beras Sebanyak 4000 Ton

Al Muktabar menyebutkan, jika Pemprov Banten sedang mengupayakan lahan-lahan terlantar dan HGU yang habis untuk dikembalikan ke negara, atau jika memungkinkan optimalisasinya nanti dikembalikan kepada masyarakat untuk mendukung sektor pertanian.

“Bukan hanya itu, sawah-sawah yang dilindungi juga sudah kami tetapkan. Tata ruang yang berpihak pada sektor agro juga sudah diterapkan untuk 2023 sampai 2043,” ungkapnya.

Sementara itu, Mentan RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa, dalam menghadapi El Nino pihaknya telah diminta Bapak Presiden untuk memetakan daerah mana saja yang termasuk Zona Hijau, Zona Kuning dan Zona Merah.

Kata Yasin, pengelompokan ini bisa menghasilkan kebijakan yang perlu diterapkan dalam menghadapi El Nino.

“Perintah Presiden ini harus ditangani dengan serius. Kementan dimintakan mengelompokkan mana daerah yang masih hijau yang airnya sangat cukup, ini harus diback-up dengan upaya-upaya optimalisasi pertanaman, zona kuning yaitu airnya pas-pasan dan zona merah atau yang kemungkinan akan mengalami kesulitan air. Maka itu kita terus upaya pengendalian lainnya,” ungkapnya.

Yasin mengatakan, sektor pertanian merupakan bantalan bagi perekonomian di Indonesia.

Oleh karena itu, kata dia, Provinsi Banten yang memiliki tren perkembangan menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi air sangat besar dan perlu dioptimalkan penanaman pertaniannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sorosowan.co.id