Oleh karena, kata dia, saat turun hujan, atap rumah kerap bocor karena hanya ditutup dengan daun rumbia dan karpet bekas.
“Kalau hujan disertai angin di sini pasti bocor,” katanya.

Udi bercerita, tidak sedikit warga yang mengaku-aku akan membantu memperbaiki rumah, tetapi hingga saat ini belum juga kunjung teralisasi.

“Ya kalau ada yang bantu silahkan, saya tidak akan mematok pengen apa, yang penting rumah layak. Kalau untuk rumah memang punya sodara atau kaka saya, ini tanah milik orangtua saya dulu,” katanya.

Terpisah, Sekertaris Desa (Sekdes) Waringin Kurung, Kecamatan Cimanggu Sarhali membenarkan ada salah satu rumah di daerahnya yang sangat memprihatinkan.

Akan tetapi, kata dia, pihak desa tidak bisa membantu melalui program, karena terkendala status kepemilikan tanah bukan milik pribadi.

“Rumah bapak Udi memang memprihatinkan, dan pihak desa sudah kerap memperjuangkan ke melalui berbagai program yang ada termasuk mendaftarkanya sebagai peserta penerima BNPT,” katanya. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini