“Mudah-mudahan kalau lihat dari trend yang kita lakukan, bisa kita capai. Tentu dengan berbagai langkah percepatan dan kekompakan kita,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Sitti Ma’ani Nina mengatakan, verifikasi data balita berisiko stunting bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan langkah-langkah yang telah dilakukan. [irp]
“Ada 263 anak yang diukur, lalu dengan hasil pengukuran itu diketahui mana yang akan ditindaklanjuti selama 3 bulan dan mana yang sudah keluar dari balita risiko stunting,” ujarnya.
Nina mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh 10 Kelurahan yang ada di Kecamatan Curug, Kota Serang serta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Serang hingga TPPS Kelurahan. [irp]
“Titik tekan dari kegiatan ini adalah upaya pencegahan, itu menjadi target agar ke depan tidak muncul lagi kasus yang baru,” katanya.***


















































