SERANG,SOROSOWAN.CO.ID – Luar biasa, Kabupaten Serang kini dijadikan proyek percontohan (pilot project) Program Information and Communication Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (ICT-IPDMIP).
Diketahui, program IPDMIP merupakan tindak lanjut Dirjen Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang membuat program ICT untuk para petani.
Koordintaor Lapangan ICT-IPDMIP Provinsi Banten Ene Sa’diyah mengatakan, di Provinsi Banten hanya Kabupaten Serang yang menjadi proyek percontohan program ITC-IPDMIP tersebut.
“Kemarin (Selasa 30 Agustus-red) ada 40 petani yang kita beri sosialisasi. Acara sosialisasinya dilaksanakan di aula Bappeda Serang,” kata Diyah, Rabu (31/8/2022).
Ia menyebutkan, pada acara sosilisasi lalu, diikuti para petani dari Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu dan petani Desa Cipayung, Kecamatan Padarincang. Mereka dikenalkan mengenai manfaat aplikasi matani id.
“Aplikasi yang dibuat Kemendagri itu sangat mendukung peningkatan pendapatan petani,” katanya.
Menurut Diyah, program ICT-IPDMIP merupakan tindaklanjut program IPDMIP di Kabupaten Serang berkerja sama dengan Dirjen Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri.
“Tujuan program ICT-IPDMIP ini adalah bagaimana membuat model bisnis pertanian di era digitalisasi. Di program ini ada aplikasi namanya matani id yang bisa didownload di play store,” ujar perempuan yang aktif di berbagai organisasi tersebut.
Melalui aplikasi tersebut, lanjut Diyah, para petani di Kabupaten Serang bisa berkomunikasi dengan petani lain di Indonesia untuk berbagai pengetahuan.
“Jadi aplikasi ini mirip dengan facebook, petani bisa membuat status dan komentar mengenai pertanian, ada artikel-artikel terkait pertanian baik pembenihan, penanaman dan yang lainnya,” ungkapnya.
Namun, Diyah mengatakan, aplikasi matani id ini baru tahap sosialisasi dan masih terus dilakukan pembaharuan oleh Kemendagri, karena terdapat empat komponen tambahan.
“Pada komponen tambahan ini ada namanya marketplace, di sini petani bisa menjual produk pertaniannya lewat aplikasi tersebut,” ujarnya.***


















































