Sementara terkait pengendalian inflasi, kata Al Muktabar, Pemprov Banten telah melaksanakan empat langkah. Mulai dari penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT), pemantauan harga dan persediaan barang di pasar, operasi pasar, hingga gerakan tanam.

“Dua lagi yang harus kita persiapkan adalah kerja sama antar daerah atau daerah produksi dan alokasi pembiayaan tertentu untuk ongkos transportasi,” ungkapnya.

Al Muktabar menjelaskan, kerja sama antar daerah untuk memastikan pasokan.

“Tapi itu sebenarnya untuk situasi yang sangat darurat. Kalau cabe tidak ada di sini, lalu kita beli ke daerah lain. Kerja sama itu ditindaklanjuti dengan kita mengalokasikan pembiayaan tertentu untuk ongkos transportasinya bisa menggunakan BTT,” jelasnya.

Al Muktabar berjanji, terhadap dua langkah tersebut pihaknya akan memaksimalkan peran PT Agro Bisnis Mandiri (ABM) yang merupakan BUMD milik Pemprov Banten.

Al Muktabar mengaku, untuk persiapan libur pada Natal dan Tahun Baru, pihaknya telah memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo untuk berkoordinasi dengan Kementerian dan lembaga terkait agar menghindari terjadinya kemacetan.

Al Muktabar juga mengatakan, sudah melakukan inspeksi di beberapa lokasi.

“Mudah-mudahan tidak terjadi kemacetan yang luar biasa kalau melihat dari rentang waktu dan volume. Sehingga, kekhawatiran itu bisa terkendali dengan sangat baik,” harapnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini