Entus mengatakan, Caringin yang kini dijadikan kawasan objek wisata oleh PT Pulau Kelapa Carita atau Coconut Island merupakan daerah santri. Wilayah ini merupakan tempat masyarakat Banten, khususnya warga Pandeglang untuk menimba ilmu agama.

“Jadi tak elok, jika di kawasan yang terdapat enam pondok pesantren salafi dan satu madrasah terdapat tempat hiburan yang bertentangan dengan norma agama. Maka dari itu, kami menggugat untuk segera dihentikannya aktivitas usaha villa, minum minuman keras dan alunan musik di kawasan tersebut,” tandasnya.

Diketahui, sama seperti unjuk rasa mahasiswa, selain berorasi para pendemo yang tergabung dalam GMCB juga mengacung-acungkan poster betuliskan kecaman.

Di antaranya, jangan ada dusta di antara anda CIC, tidak boleh ada resort, tidak boleh ada cottage, I love Caringin, dan hentikan villa, penginapan, cottage, hiburan musik serta miras.

“Ini aksi damai, tapi jika pihak pengelola objek wisata Coconut Island tidak menghiraukan tuntutan ini, maka kami akan menggelar unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar,” ancam Ma’mun.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini