Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pandeglang Helena Octavianne mengatakan bahwa penanganan dugaan korupsi BOS Afirmasi SMP 2019 yang tengah diusutnya akan dilakukan se-profesional mungkin.

Helena memastikan, dalam penanganan kasus tersebut tidak akan ada istilah seperti sebuah pisau, tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.

“Insyaallah kekhawatiran seperti itu tidak akan terjadi, kami akan mengusut kasus tersebut se-profesional mungkin. Walaupun penangannya kini masih berjalan guna menentukan siapa tersangka,” katanya kepada sorosowan.co.id usai acara papahare dengan para awak media se-Pandeglang.

Helena mengaku, terkait berapa jumlah kerugian negara dari kasus dugaan korupsi BOS Afirmasi yang tengah ditangani saat ini masih menunggu perhitungan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Mudah-mudahan pekan depan kami sudah bisa menentukan tersangka. Terkait soal siapa yang menjadi tersangkanya, kita tunggu keterangan dari para saksi. Yang jelas, kita pastikan penanganan dugaan korupsi itu tidak akan tajam ke bawah tumpul ke atas,” ujarnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini