Irna menjelaskan, jalan mantap di Kabupaten Pandeglang saat mulai menjabat Bupati diangka 28,9 persen, dan sampai dengan bulan Juni 2023, jalan mantap itu sudah diangka 68,9 persen.
“Jadi masih ada jalan rusak diangka 31,1 peesen, dan ini menjadi tugas kami. Mohon dukungan dari Pemprov Banten agar pada rancangan RPJPD Provinsi Banten selama 20 tahun ke depan, ini menjadi catatan khusus, kami ingin ada optimalisasi konektivitas wilayah yang belum nyambung meskipun tol Serang-Panimbang sedang berproses hingga akhir tahun 2024,” ungkapnya.

Irna meyakini, kemajuan di Banten, khususnya di Kabupaten Pandeglang bisa terwujud jika ada dorongan investasi.
Sejauh ini, kata Irna, investasi di Kabupaten Pandeglang masih saling menunggu, bagaikan ayam dan telur.
“Rasanya tidak sabar karena investasi belum hidup bagaikan ayam dan telur, mereka masuk kalau proyek strategis nasional selesai. Hari ini adalah momen yang strategis untuk Pemprov Banten lebih fokus pembangunan di Banten Selatan menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al-Muktabar dalam sambutannya mengatakan bahwa, kemajuan Banten adalah bagian dari kemajuan Indonesia.
Menurutnya, Bupati, Wali Kota, Wakil Bupati Wakil Wali Kota yang hadir pada saat ini akan merumuskan berbagai hal yang harapkannya terbaik bagi Banten ke depan.
“Hari ini kita akan merumuskan berbagai hal yang terbaik bagi Banten ke depan, untuk itu kami butuh masukan dari tiap daerah yang ada di Banten untuk menyusun RPJPD Provinsi Banten 2024-2045,” katanya.
Al Muktabar mengatakan, rencana pembangunan saat ini mengacu kapada RPJPD Provinsi Banten tahun 2025. Oleh karena itu, kata dia, keterkaitan dokumen perencanaan saat ini untuk RPJPD tahun 2024-2045.
“Perencanaan kita berpijak kepada pencapaian beberapa tahub lalu, kondisi saat ini objektif dan kondisi ke depan yang perlu kita persepsikan betul karena di situ akan ada tujuan bersama,” katanya.***



















































