Enceh, sapaan akrab Soleh Rosyad memaparkan kewirausaahan muslim harus dengan fokus, apakah seorang muslim bisa menjadi entrepreneur setingkat konglomerat?
Kemudian, apa dan bagaimana konsep entrepreneurship dalam ajaram Islam? Serta bagaimana cara menjadi entrepreneur muslim?
“Semua harus didalami para mahasiswa, sehingga benar-benar mampu menjadi manusia yang mandiri,” katanya.
Sementara itu, Hasan Gaido, Founder dan CEO Gaido Group menceritakan, perjalanan panjang dirinya menjadi seorang wiraswasta dari nol sampai saat ini, dengan perkembangan Gaido Travel sudah memiliki 67 cabang di berbagai wilayah di Indonesia.
Katanya, Holding Company Gaido Group, saat ini telah membangun ekosistem bisnis syariah yang lumayan, mulai dari unit usaha yang bergerak pada sektor kesehatan, perbankan, pariwisata, properti, industri dan media.
“Saya terinspirasi oleh sahabat Nabi yang bernama Abdurrahman bin Auf. Seorang pengusaha sukses pada zamannya, dan bukan bermodalkan uang, tapi bermodalkan diri sendiri. Terbukti ketika hijrah dari Makkah ke Madinah, dia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar, dan di sana dia memulai usaha dan sukses,” kata Hasan.
Sedangkan, Gus Ridlo, pengelola unit usaha PMG bercerita mulai dari pertanian, peternakan, home industri, perdagangan, percetakan dan media.
Doktor lulusan pasca Sarjana UGM Yogyakarta ini mengatakan, jatuh bangun dalam usaha itu merupakan hal yang biasa.
“Seorang pebisnis harus melewati tujuh kali jatuh bangun, baru akan sukses. Maka jangan takut memulai, walaupun harus mengalami kerugian demi kerugian, yang berakhir dengan keberuntungan,” ujar Gus Ridlo.
Diketahui, acara tersebut juga dihadiri para pimpinan struktural dari para Ketua, Direktur dan para wakil, termasuk pengurus yayasan Latansa Mashiro.
Tujuannya, membangun jiwa kewirausahaan di kalangan mahasisa dan para setiap lulusan, dalam rangka ikut berkontribusi menopang perekonomian bangsa.***


















































