Atok, penjual beras di sekitaran ruas Jalan Kalijaga-Ciawi, Kecamatan Rangkasbitung mengatakan bahwa, harga beras premium saat ini jual Rp15 ribu hingga Rp16 per liter.

Sedangkan, untuk beras lokal dijual dengan harga Rp11 ribu hingga Rp13 ribu per liter.

Menurut Atok, kenaikan harga beras lokal dan premium itu telah berlangsung sejak empat hari lalu.

Penyebabnya, kata dia, selain harga beli beras mahal, juga karena pasokan dari petaninya yang langka.

“Akibat ini tentunya membuat daya beli masyarakat menjadi menurun. Biasanya setiap pembelian mereka sebanyak satu karung, tetapi kini hanya setengah karung,” kata Atok kepada sorosowan.co.id, Kamis (1/2/2024).

Atok mengatakan bahwa, selain masyarakat, para pedagang beras pun juga terkena dampak akibat tidak stabilnya harga beras tersebut.

Akibat berkurangnya pembeli, kata dia, keuntungan yang didapat seorang pedagang beras pun juga menjadi berkurang.

Atok berharap, pemerintah bisa segera menangani masalah tersebut.

Khususnya, kata dia, soal kelangkaan pasokan beras lokal, karena harganya sedikit lebih terjangkau.

“Kita memastikan dengan kenaikan harga beras lokal dan beras premium saat ini masyarakat mengalami banyak kesulitan. Makanya, pemerintah harus segera hadir untuk menanganinya agar tidak berlarut-larut,” harapnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini