Irna mengatakan, salah satu aksi nyata kontribusi Pandeglang pada Banten dan Nasional adalah dalam bidang Pertanian. Sejauh ini kata Bupati Irna, Pandeglang berkontribusi pangan kurang lebih 34 persen untuk Provinsi Banten.

“Sekarang Pandeglang juga menjadi sentra bawang dan cabai nasional untuk mencegah inflasi dan mendorong pembangunan ekonomi masyarakat,” katanya.

Irna mengatakan, kasus stunting pada 2019 mencapai 37,5 kasus. Namun, kasus itu pada setiap tahun terus mengalami penurunan, dan itu berkat dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemrov Banten.

“Insyaallah pada Desember 2023 nanti bisa diangka 24 persen. Dan 2024 nanti kami harap bisa turun lagi menjadi 12 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengakui, sejauh ini kolaborasi Pemprov Banten dalam pembangunan dengan Kabupaten Pandeglang telah banyak keberhasilan yang dicapai.

“Keberhasilan kita dalam pengelolaan pemerintanan dengan baik akhirnya angka stunting turun, sehinga tahun 2022 mendapatkan Dana Insentif Daerah (DED), dana itu kami kembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk program pengentasan stunting,” katanya.

Bukan hanya itu, lanjutnya, dana insentif daerah juga kita belanjakan untuk pengadaan beras kurang lebih 2.400 ton untuk dibagikan ke masyarakat.

Pj Gubernur Al Muktabar mengapresiasi, Pemkab Pandeglang yang sukses menjadi sentra bawang merah dan cabai.

Al Muktabar mengatakan, jika kedua komoditi itu sangat rentan menjadi pemicu inflasi.

“Pandeglang menjadi sentra penghasil bawang merah kemudian juga sentra penghasil cabai, ini penting sekali kita terus dorong karena kita harus memiliki kedaulatan pangan di Banten,” ujarnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini