”Kecil banget, nol koma. Kita kalau misalkan bisa masuk, tidak usah muluk-muluk, 25 persen saja itu luar biasa. Pasti akan menggerakkan sektor pertanian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Serang,” tegasnya.
Tatu berharap, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama KTNA bisa mengurai masalah produksi jagung tersebut.
Sebab, kata dia, daerah lain bisa menyuplai kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak di Kabupaten Serang, padahal harus mengeluarkan biaya transportasi yang tidak sedikit.
”Semua masalah harus bisa kita jawab. Kalau dari luar daerah saja bisa menyuplai jagungnya ke Kabupaten Serang, kenapa kita tidak bisa. Kita dorong produksi jagung di setiap kecamatan, karena pasarnya masih terbuka lebar,” ujarnya. [irp posts=”890″ ]
Tatu mengatakan, begitu juga dengan kedelai. Hasil pertanian itu bisa menjadi produk unggulan petani di Kabupaten Serang. Apalagi, ada ahli pertanian Profesor Ali Zum Masyar yang sedang mengembangkan varietas Mikroba Google (Migo) untuk peningkatan produksi kedelai di Kabupaten Serang.
“Tahun kemarin kita lakukan pembibitan, tahun ini ditanam di atas lahan 500 hektare, dan akan terus kita kembangkan,” ujarnya.


















































