Cao pun mengatakan bahwa, kenaikan harga daging ayam potong sebesar Rp5 ribu sampai Rp6 ribu per kilogram merupakan hal yang tidak biasa.

Sebab sebelumnya, kata dia, kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut paling tinggi berkisar antara Rp2 ribu sampai Rp3 ribu rupiah per kilogram.

“Tentunya bukan hanya pembeli pak yang keberatan dengan harga sekarang, tapi juga kami pedagang. Sebab, dengan harga daging ayam seperti ini pembeli menjadi berkurang,” ujarnya.

Cao berharap, pemerintah segera mencari jalan keluar terkait naiknya harga kebutuhan pokok saat ini, terutama beras dan daging ayam.

“Jelas beban pak, sekalipun harga daging ayam sekarang naik, tapi pendapatan kami tetap sama. Sementara harga beras yang juga kebutuhan pokok kami, harganya terus naik,” ungkapnya.

“Kami ingin harga-harga kembali normal. Apalagi ini akan puasa dan Lebaran. Jika tidak diantisipasi, harga akan terus naik, karena mengandalkan pasokan dari luar,” sambungnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini