“Rabu (21/6/2023) sore sekira jam 5, almarhum terkena sakit, là lu dibawa ke Klinik Husada. Setelah ditangani petugas dan dinyatakan baik yang diakui juga oleh almarhum, lalu dibawa pulang. Namun tiba-tiba, sekitar pukul 7 malam almarhum kembali merasa sakit, hingga akhirnya dibawa ke RSUD Adjidarmo,” ungkapnya.
Tidak berhenti disitu, lanjut Epi, selama mendapatkan perawatan di ruang IGD RSUD Adjidarmo, rasa sakit yang dialami almarhum semakin menjadi, hingga akhirnya sekira pukul 00.23 dini hari almarhum kembali dibawa ke RSU Kartini.
“Nah, di rumah sakit ini almarhum menghembuskan nafasnya yang terakhir, tepatnya sekira pukul 2.30 WIB,” papar Epi.
Sekretaris Umum (Sekum) Ormas Jarum Kabupten Lebak Wandi S Assayid menyebutkan, jika almarhum merupakan sosok aktivis pergerakan yang memiliki jiwa sosial tinggi.
Menurut Wandi, di era sekarang ini, rasanya sangat sulit mendapatkan sosok pengganti seperti almarhum.
“Almarhum bukan saja baik, tapi juga berjiwa sosial tinggi. Beliau tidak akan pernah merasa tenang jika ada orang yang meminta bantuan, tetapi belum terpenuhi permohonan bantuannya,” ujarnya.
Begitu juga, kata Wandi, soal hubungan silaturahmi dengan anggota. Almarhum kerap mengingatkan pengurus dan anggota agar terus menjaga komunikasi dan hubungan yang baik antar sesama anggota.
“Bukan hanya terhadap anggota, hubungan silaturahmi almarhum dengan para pemangku kebijakan juga terjalin sangat baik. Saya belum pernah mendengar adanya persoalan di antara mereka. Almarhum benar-benar sosok unik, yang tidak ada pada orang lain, dan saya benar-benar merasa kehilangan,” tutur Wandi.***



















































