“Masalah kebersihan lingkungan itu yang perlu ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Bagaimana sampah tidak lagi menjadi musuh bagi masyarakat, tetapi dijadikan sebagai peluang usaha yang bernilai ekonomi,” katanya.

Menurut Sudaryatmo, mahasiswa UGM bersama masyarakat telah membentuk bank sampah yang bisa dikelola secara berkelanjutan. [irp]

“Tinggal nanti, dalam pengelolaannya harus ada pendampingan dari pemerintah kecamatan, dan desa,” ujarnya.

Sudaryatmo menyebutkan, terkait pelaksanaan Festival Kebudayaan Kecamatan Tanara ke depan pendampingannya akan dibantu oleh mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Universitas Primagama, UIN SMHB, dan Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih Syekh Nawawi Tanara (STIF Syentra).

“Pada Juni hingga Agustus 2023, mahasiswa UGM akan membentuk festival tingkat Kabupaten Serang mengangkat silat Kaserangan, dan Tarian Ringkang Jawari yang pesertanya setiap kecamatan di Kabupaten Serang,” ujarnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini