“Terima kasih kepada para pihak yang sudah hadir, khususnya kepada Dompet Dhufa. Terima kasih sudah memilih serta mempercayai Nasyiatul Aisyiyah Banten sebagai mitra, kerja sama yang baik ini tetap terus terjalin dan bisa memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat luas,” katanya.

Sementara, Kepala DLHK Provinsi Banten Wawan Gunawan berharap, melalui kegiatan tersebut dapat menguatkan semangat masyarakat dalam merawat dan menjaga eksistensi hutan mangrove di wilayah masing-masing.

Dia mengatakan, jika kondisi mangrove saat ini berada pada risiko tinggi untuk dihancurkan, karena adanya alih fungsi pesisir, eksploitasi dan polusi yang menjadi pendorong hilangnya mangrove.

“Mengutip data dari Global Mangrove Alliance, bahwa diperkirakan 67 persen hutan bakau telah hilang dan tambah satu persen hilang setiap tahun,” tuturnya.

“Untuk itu, kami sangat mengapresiasi kegiatan positif yang diinisiasi kawan-kawan PW Nasyiatul Aisyiyah Banten dan Dompet Dhuafa pagi ini,” sambungnya.

Wawan berharap, kerja sama penanaman bibit pohon mangrove dapat berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat lebih bagi ekosistem, lingkungan, dan masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang

“Insyaallah, kegiatan ini saya kira tidak akan hanya sebatas seremoni saja,” katanya.

Sebagai informasi, penanaman seribu bibit pohon mangrove Minggu pagi itu diikuti ratusan kalangan mulai dari Angkatan Muda Muhammadiyah se-Provinsi Banten, para pelajar, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat setempat.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini