Kata Falahudin, kaum urban adalah masyarakat yang sudah terdaftar dalam DPT, tetapi mereka tetap tinggal di tempat mereka bekerja.
Sehingga, pada pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara, masyarakat tersebut tidak pulang.
“Karena faktor itu, partisipasi pemilih di Pandeglang tidak sampai maksimal,” ungkapnya.
Namun demikian, Falahudin mengklaim, angka tersebut lebih baik dibanding Pemilu 2019.
Lima tahun lalu, sambungnya, angka partisipasi pemilih di Kabupaten Pandeglang hanya sebesar 77 persen dari target 77,5 persen.
“Kalau dibandingkan tahun 2019, Pemilu kali ini ada peningkatan. Sebab, di tahun 2019 capaiannya hanya 77 persen. Jadi secara kualitas tidak terlalu buruk, ada sedikit peningkatan,” tuturnya.
Falahudin berjanji, atas capaian itu akan menjadi bahan evaluasi.Bagaimana KPU ke depan dapat meningkatkan partisipasi Pemilu.
Apalagi, lanjutnya, beberapa bulan ke depan, akan kembali digelar pemilihan kepala daerah (pilkada).
“Tentu ini akan kita jadikan sebagai bahan catatan dan evaluasi. Ke depan kita akan lebih memasifkan lagi soal sosialisasi,” ujar Falahudin.***



















































