“Kita patut bangga bahwa bawang dari Brebes itu dianggap banyak orang sebagai bawang terenak,” ujar Legislator dapil Jawa Tengah V itu.

Puan menerangkan kedatangannya juga diikuti para anggota DPR RI lainnya, dengan tujuan agar aspirasi dari masyarakat bisa langsung diinventarisasi dan dicarikan solusinya.

Puan menilai, pencabutan dua jenis pupuk bersubsidi tersebut akan memberatkan petani mengingat harga pupuk non-subsidi sangat mahal.

Dikhawatirkan, pencabutan subsidi pupuk ZA dan SP-36 akan memiliki efek domino terhadap produksi dan harga bawang merah.

“Kami akan dorong agar rencana pencabutan subsidi pupuk ini ada pengecualian bagi petani bawang merah,” katanya,

Puan meminta anggota DPR dari komisi terkait mengawal harapan petani bawang soal peningkatan infrastruktur pertanian.

Salah satunya, kata Puan, menyangkut persoalan aliran air ke area pesawahan.

“Ini harus menjadi prioritas karena Kabupaten Brebes telah memberikan kontribusi sekitar 20 persen produksi nasional atau 60 persen dari produksi Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurut Puan, diperlukan kebijakan yang pro terhadap petani agar produktivitas bawang merah di Brebes tidak terkendala. Jika kebijakan mempengaruhi produksi pertanian, dampaknya akan terjadi kenaikan harga bawang.

“Kenaikan harga komoditas bawang merah sebagai dampak pencabutan subsidi itu bisa memicu adanya inflasi,” tutur Puan.

Puan mengatakan, DPR akan membahas persoalan tersebut bersama pihak Pemerintah.

“Saya akan carikan solusinya. DPR akan menjadi mediator dan menyampaikannya ke Pemerintah untuk memastikan harapan bapak ibu dapat terfasilitasi,” ungkapnya. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini