Diketahui, Pemkot Cilegon mendapatkan bantuan dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero berupa pembangunan pabrik pengelolaan sampah bahan bakar jumputan padat (BBJP) di TPSA Bagendung.
Dari TPS Ini, diproduksi BBJP sebanyak 30 ton per hari, dan diproyeksi tahun ini menjadi 200 ton per hari.
Tatu mengatakan, Pemkab Serang terus berupaya melakukan penanganan sampah. Antara lain pengadaan satu alat refuse derived fuel (RDF) dan dua mesin pengolah sampah atau incinerator. Dari 29 kecamatan dan keterbatasan anggaran, Pemkab Serang melakukan pengadaan alatnya secara bertahap.
“Kami bertahap melakukan penanganan, dan nanti dua sampai tiga kecamatan ada satu alat pengolah sampah,” ujarnya.
Sementara, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengatakan, ada 20 bidang kerja sama yang akan dilakukan antara Pemkab Serang dan Pemkot Cilegon.
“Kita secara umum terlebih dahulu membantu yang memang bisa kami bantu, yaitu di wilayah terdekat soal sampah. Kapasitas yang diterima nanti itu akan dihitung oleh Dinas Lingkungan Hidup berapa banyak yang akan diterima,” katanya.
Helldy mengatakan, Pemkot Cilegon tahun ini akan mendapatkan bantuan Rp120 miliar dari Bank Dunia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk penanganan dan pengadaan mesin pengolahan sampah.
“Insyaallah awal-awal bulan ini harapan kami bisa berjalan. Namun kerja sama dengan Pemkab Serang ini ada 20 urusan, dan sampah hanya salah satunya,” katanya.***



















































