Kemudian, sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk bisa diandalkan dalam menyongsong perubahan teknologi yang terus berkembang setiap saat.

“Bukan hanya itu, penilaian Desa dan Kelurahan Tingkat Regional terbaik ini juga untuk meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat desa dan kelurahan,” ujarnya.

Yusharto memastikan, penentuan peserta yang masuk pada kategori lomba merupakan hasil seleksi para juara mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi. Kemudian dipilih untuk mengikuti lomba tingkat nasional.

“Kami berharap para peserta lomba dari 20 desa dan 19 kelurahan ini dapat membuktikan semua hasil kinerja selama ini. Sehingga, dapat menjadikan contoh bagi desa maupun kelurahan lain di Indonesia yang menjadi ujung tombak pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Desa (Kades) Bandung Wahyu Kusnadiharja menyebutkan bahwa penilaian dalam lomba desa ada tiga bidang yaitu bidang pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.

“Kami tidak terlalu ambisi untuk jadi juara, yang pasti pada penilaian kegiatan ini adalah kegiatan nyata konkret yang secara nyata dan faktual dilakukan di Desa Bandung,” katanya.

Wahyu mengklaim, program di Desa Bandung sangat selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang.

“Tolak ukur dan capaian pembangunan kita jelas. Selain itu, program yang kita buat selalu melihat outcome di masyarakat,” ungkapnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini