Gubernur Banten Andra Soni
Gubernur Banten Andra Soni saat diwawancara wartawan beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

SERANG,SOROSOWAN.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pempev Banten untuk menguatkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam bekerja.

Menurutnya, situasi global saat ini harus disikapi dengan bijak dan terukur, menekankan bahwa setiap program dan kegiatan pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta didukung dengan pola kerja yang adaptif dan berbasis digital.

Demikian hal tersebut menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ Tahun 2026 tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Gubernur mengatakan, efisiensi penggunaan energi dan belanja operasional menjadi langkah strategis dalam menghadapi dinamika global yang berdampak pada kondisi ekonomi nasional hingga daerah.

“Ini sengaja kita langkukan, karena dinamika global berdampak pada kondisi ekonomi. Dimulai dari tekanan terhadap harga energi serta ketidakpastian ekonomi dunia yang berimbas hingga ke daerah,” kata Andra Soni kepada wartawan, Kamis (16/4/2026).

Gubernur mengatakan, bahwa Pemprov Banten juga melakukan pemetaan terhadap kendaraan dinas serta melakukan kajian transformasi kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

“Sementara kita belum ada pengadaan terkait dengan kendaraan listrik. Tapi suatu hari nanti, itu suatu keniscayaan. Khususnya kendaraan kepentingan publik seperti truk-truk sampah yang sudah berusia puluhan tahun,” ungkapnya.

Andra Soni mengingatkan, pentingnya penghematan energi di lingkungan perkantoran sebagai bagian dari budaya kerja baru ASN.

“Penggunaan listrik harus menjadi perhatian. Pastikan saat meninggalkan ruangan, lampu dan AC dimatikan. Ini langkah sederhana namun berdampak besar dalam menyikapi situasi global saat ini,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi mengamini pernyataan tersebut. Dia mengatakan, Pemprov Banten telah melakukan optimalisasi layanan bus jemputan pegawai, sebagai bagian dari upaya efisiensi BBM dan anggaran serta transformasi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Deden, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan pola kerja ASN menuju sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan, termasuk upaya optimalisasi penggunaan sumber daya serta efisiensi belanja operasional.

“Ini untuk mengurangi penggunaan BBM dan kendaraan dinas,” kata Deden.

Dia menjelaskan, saat ini layanan jemputan pegawai telah beroperasi secara bertahap. Armada melayani ASN dari wilayah kabupaten dan kota menuju kawasan perkantoran di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

“Beberapa rute sudah berjalan. Ini akan terus kita evaluasi dan kembangkan sesuai kebutuhan dan kapasitas yang ada,” ujarnya.

Menuru Deden, tidak hanya berhenti di situ, Pemprov Banten juga telah mengambil langkah bahwa aktivitas para kepala OPD pada hari Jumat dipusatkan di satu lokasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Bukan hanya itu, pegawai juga diimbau untuk menggunakan transportasi umum, sepeda, kendaraan listrik, mengurangi kegiatan seremonial, dan setiap harinya dilakukan pembatasan penggunaan listrik, air, serta BBM,” katanya.***

Penulis: RD Dikdik M
Editor: Abdul Azis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini