Peringatan Harlah Pancasila
Kepala Bidang PSDP dan Ekraf Disparbud Kabupaten Pandeglang Mia Maulani Rizki menjadi pembina upacara dalam upacara peringatan Harlah Pancasila bersama Komunitas Pendaki Banten, di Puncak Gunung Prakasak, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Minggu (31/5/2026). (Foto: Istimewa)

PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Komunitas Pendaki Banten bentangkan bendera sepanjang 10 meter di Puncak Gunung Prakasak, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan ini sengaja dilakukan, dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila, 1 Juni 2026 yang bertajuk Fun Tektok-Ceremony, One Day Trip dengan tema Eco Nasionalism “Merawat Tanah Air, Merawat Indonesia”.

Peringatan hari lahir Pancasila tahun 2026 yang digelar Komunitas Pendaki Banten ini mengambil start dari Base Camp (BC) Cisuar, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang

Peringat Harlah Pancasila ini berkat kerja bareng Komunitas Pendaki Banten yang didukung Pendaki Cantik, Pendaki Banten, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang. Ditambah Montenesia Banten, serta berbagai komunitas pencinta alam dan para media partner.

Penanggung Jawab Kegiatan Fun Tektok-Ceremony One Day Trip Adit mengatakan, kegiatan tersebut sengaja digelar dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila.
Tujuannya, guna menanamkan jiwa nasionalisme terhadap para pencinta pendakian gunung di Provinsi Banten, yang mayoritas merupakan generasi Z dan Alfa.

“Kita memulai dengan upacara bendera di BC (base camp-red) Cisuar, dilanjutkan dengan pendakian ramah lingkungan dan puncaknya membentangkan bendera raksasa di Puncak Gunung Prakasak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (PSDP dan Ekraf) Disparbud Kabupaten Pandeglang Mia Maulani Rizki, yang bertindak sebagai pembina upacara, mengatakan, tingginya perhatian terhadap kegiatan Fun Tektok-Ceremony, One Day Trip Gunung Prakasak harus dibekali pengetahuan tentang pelestarian alam dan ditanamkan rasa cinta tanah air.

“Tujuannya tentu, di dalam jiwa mereka tumbuh kecintaan terhadap tanah air. Mereka mau merawat dan menjaga alam sebagai pengejawantahan dari rasa cinta tanah air,” katanya.

Mia berharap, kegiatan pendakian seperti ini tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi harus menjadi program berkelanjutan komunitas pendaki gunung di Banten, yang bekerja sama dengan semua elemen masyarakat bukan hanya pemerintah.

“Alam ini harus dijaga bersama, tidak bisa hanya oleh sebagian pihak, tetapi juga harus dengan semua kalangan agar tetap lestari dan bisa dinikmati generasi selanjutnya,” ujarnya.***

Penulis: Endang Yoga
Editor: Abdul Azis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini