“Apa yang kita pelajari dari Multatuli, Douwes Dekker ini ternyata dia orang Belanda yang bekerja di sini. Ketika dia hadir di sini, matanya terbuka, bahwa kemewahan yang dinikmati di Belanda itu adalah hasil dari kemiskinan yang terjadi di Lebak. Dan itu kemudian membuat terganggu hatinya, terganggu pemikirannya sehingga dia melawan,” katanya.
Adian mengatakan, sebagaimana disampaikan Bonnie Triyana, ternyata peristiswa di Kabupaten Lebak ini telah ditulis menjadi buku dan telah mengubah pandangan dunia.
“Dari tempat ini ternyata pernah terjadi sebuah sutuasi keadaan, dimana dari tempat ini memaksa dunia ini untuk berfikir, memaksa dunia untuk mengubah konsep-konsepnya,” ungkap Adian.
Sementara, Ketua Pospera Lebak Hudori mengucapkan terima kasih kepada semua jajaran, khususnya atas kedatangan Pendiri Pospera Adian Napitupulu ke Bumi [irp posts=”9355″ ].
“Kedatangan Bang Adian memberikan semangat terhadap Pospera Lebak, dan Banten khususnya, guna membangun organisasi dan kerja-kerja sosial. Intinya, Pospera akan terus konsisten berjuang bersama rakyat, sesuai dengan ungkapan seorang pemimpin itu harus dekat seurat nadi dengan masyarakat,” katanya.***



















































