“Sebetulnya ada 6 provinsi yang jadi penyangga utama pangan selama El Nino ini. Sementara itu, ada 3 provinsi lainnya yang akan menjadi pendukung salah satunya yakni Banten,” katanya.
Yasin mengatakan, Kementan memiliki 9 strategi dalam rangka menghadapi El Nino, yaitu mengidentifikasi dan memetakan lokasi terdampak kekeringan, melakukan percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan, dan peningkatan ketersediaan alsintan untuk percepatan tanam.
Kemudian, lanjutnya, peningkatan ketersediaan air dengan membangun atau memperbaiki embung, dam parit, sumur dalam, sumur resapan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta pompanisasi.
Tak hanya itu, kata Yasin, langkah yang diambil oleh Kementan juga berupa penyediaan benih tahan kekeringan dan organisme pengganggu tanaman (OPT), melakukan program 1000 hektare adaptasi dan mitigasi dampak El Nino, serta mengembangkan pupuk organik terpusat dan mandiri, dukungan pembiayaan KUR dan asuransi pertanian serta penyiapan lumbung pangan. [irp]
“Kita ini sudah 1,5 tahun tidak mengimpor beras. Daripada melakukan hal tersebut lebih baik menyiapkan beberapa langkah yang diharapkan bisa mengantisipasi dampak El Nino,” ungkapnya.***



















































