Hadir di Peringatan Maulid Nabi SAW, Raden Dewi Ajak Masyarakat Doakan Jurnalis yang Hilang Kontak

1
0
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang digelar di Ponpes Ath-Thohariyyah, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Istimewa)

PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Ath-Thohariyyah, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Raden Dewi mengajak, masyarakat untuk ikut mendoakan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda saat akan meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Bupati menyebutkan, jika kedelapan orang hilang kontak tersebut, hingga kini masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

“Mohon doakan para awak media, lima orang jurnalis dan tiga ABK yang sampai hari ini masih dalam pencarian. Semoga tim pencari diberikan keselamatan dan delapan orang tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat serta dapat kembali berkumpul dengan keluarga,” kata Raden Dewi.

Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang Muslim Taufik, Camat Saketi Endin Haerudin, dan para tokoh masyarakat setempat.

Sementara terkait dengan peringatan maulid, Bupati mengatakan, bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bukan hanya seremonial. Yang paling utama adalah bagaimana kita belajar meneladani akhlak Rasulullah,” kata Raden Dewi.

‎Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan berdaya saing. Ponpes memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga iman, akhlak dan kemandirian.

“Bagaimana kita menguatkan keilmuan, menguatkan iman, kemandirian, rasa persaudaraan dan kasih sayang di antara kita semua. Pemerintah daerah akan terus mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya di pondok pesantren,” katanya.

Raden Dewi berharap, para santri Ponpes Ath-Thohariyyah dapat menjadi generasi penerus yang alim, berilmu, berakhlak mulia, mandiri, kreatif, berprestasi dan mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara.

‎Bupati juga mengingatkan, pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya peran seorang ibu sebagai madrasah pertama bagi anak.

“Para ibu adalah madrasah utama bagi anak-anak kita. Mari kita dampingi dan bentengi mereka dari berbagai perkembangan peradaban yang kebablasan,” ujarnya.

‎Bupati Dewi mengajak, agar seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai bagian dari kehidupan, sehingga dapat membangun masyarakat dan daerah yang lebih maju, berakhlak serta memiliki daya saing.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Ath-Thohariyyah, Umi Eha Shofa Zulaeha mengucapkan, terima kasih kepada Bupati Pandeglang yang telah hadir di tengah keluarga besar pesantren dan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati yang telah hadir di acara Maulid ini. Semoga Ibu Bupati selalu diberikan kesehatan dan istiqamah dalam memimpin Kabupaten Pandeglang, sehingga bisa semakin maju,” ujarnya.

‎Eha mengatakan, jika peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Karena kita memiliki satu cita-cita dan satu keyakinan yang sama, yaitu mencintai dan meneladani Nabi Muhammad SAW. Semoga shalawat yang kita lantunkan menjadi wasilah bagi kita mendapatkan syafaat Rasulullah SAW,” katanya.

‎Diketahui, sebelum acara Maulid dimulai, para jamaah terlebih dahulu mengikuti istighosah bersama Al-Mukarom Abuya Muhtadi.

‎Kemudian rangkaian peringatan maulid ditutup dengan ceramah agama yang disampaikan Pembina UPTO UIN Bandung Prof. Dr. KH. Zainal Abidin.

Sementara sebelumnya dilakukan santunan anak yatim piatu, dan pembagian sertifikat umrah bagi jamaah Ponpes Ath-Thohariyyah.***

Penulis: Endang Yoga
Editor: Abdul Azis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini