Al Muktabar mengatakan, upaya dalam mengantisipasi fluktuatif harga sejumlah komoditi, Pemprov akan melakukan kerja sama dengan daerah-daerah penghasil, dan meminta PT Agrobisnis Banten Mandiri untuk dapat mengkomunikasikan kepada pelaku usaha pada sektor pangan.

“Kalau memang terjadi perbedaan yang jauh harga antar daerah akibat transport, maka kita bisa memberikan subsidi untuk menekan harga yang dekat antara produsen dengan konsumen,” tuturnya.[irp]

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Suharso menyebutkan, untuk saat ini stok daging ayam ras di Provinsi Banten masih dalam keadaan terkendali.

“Untuk stok aman, memang dengan adanya kenaikan jagung ini berdampak. Karena berdasarkan informasi satgas pangan, hal itu berkontribusi sekitar 70-80 persen,” katanya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini