Diketahui, pada kesempatan itu Pemprov Banten mendapatkan kendaraan laboratorium pengawasan keamanan Pangan dari Bapanas.
Menurut Aan, kendaraan laboratorium itu nantinya akan digunakan dalam memaksimalkan pengawasan pre market dan post market terhadap bahan-bahan berbahaya serta bahan tambahan yang bukan tambahan makanan.
Termasuk, kata dia, pewarna yang tidak aman bagi kesehatan “Mobil ini dilengkapi alat-alat uji analisis kualitatif terhadap residu, bahan kimia yang bukan bahan tambahan makanan untuk pangan segar asal tumbuhan,” katanya.
Aan mengajak semua pihak untuk dapat bersama-sama turut mengawasi keamanan pangan segar sebelum dikonsumsi.***



















































