Prevalensi Stunting di Pandeglang Masih Diangka 24 Persen, Irna Harap Ini Bisa Terus Turun

212
0

“Alhamdulillah, kami dapat dukungan dari TP PKK Pusat, Provinsi Banten. Kemarin (Minggu-red) kami juga mendapat dukungan paket nutrisi dari perusahaan swasta,” ujarnya.

Bupati menyebutkan, tahun 2022 lalu penurunan angka stunting berhasil hingga 8,5 persen. Dan itu merupakan hasil keja semua pihak, di antaranya cross cutting program lintas Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).

“Masalah stunting bukan hanya ditangani Dinkes saja, kita keroyokan membuat program dalam penurunan stunting, misalnya Perkim dengan penanganan rumah kumuh dan jambanisasi. Begitu juga OPD lainnya sesuai tugas pokok masing-masih yang telah disusun,” ucapnya.

Bupati mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi baik dalam bentuk dukungan anggaran maupun melalui tim penggerak PKK yang langsung tejun ke lokus stunting di Pandeglang.

“Kami berharap, semoga stunting di Pandeglang terus menurun dan bisa mencapai target nasional diangka 14 persen pada tahun 2025 mendatang,” harapnya.

Sementara, Ketua IV Bidang Kesehatan Keluarga dan lingkungan TP PKK Pusat Nana Safriati Safrizal mengatakan, kunjungannya ke Pandeglang dalam rangka pemberian makanan tambahan bagi balita stunting yang ada di Pandeglang, Provinsi Banten.

“Tadi kita sudah memulai dengan memberikan makanan perdana untuk 75 anak stunting. Kami tidak hanya sosialisasi, tetapi turun langsung. Dan pemberian makanan ini akan berlangsung selama tiga bulan ke depan,” katanya.

Sedangkan, Sekda Provinsi Banten Virgojanti mewakili Pj Gubernur Banten berharap, kasus stunting di Banten bisa turun cepat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini