SPPG Sukaratu 006 Berhenti Beroperasi, 296 Penerima Manfaat Kehilangan Hak Makan Gratis Presiden

16
0
SPPG Sukaratu Majasari 006
Kondisi SPPG Sukaratu Majasari 006 sejak ditinggalkan kepala Dapur MBG Agustia Mahendra, Jumat (7/8/2026).(Foto: sorosowan.co.id)

PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, hampir satu bulan ini berhenti beroperasi.

Persoalan ini terjadi, karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaratu Majasari 006 yang menanggungjawabi kebutuhan itu terhenti sementara, seiring mengilangnya kepala SPPG Agustia Mahendra tanpa konfirmasi.

Tentu saja, akibat masalah itu, sebanyak 296 penerima manfaat di wilayah Sukaratu kehilangan hak makan gratis yang dibanggakan Presiden Prabowo Subianto.

Sujarwo, Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaratu Majasari 006, Kabupaten Pandeglang mengakui, dapur MBG yang dikelolanya terhenti sementara.

Kata Sujarwo, hal itu terjadi akibat resign-nya (mengundurkan diri-red) kepala dapur SPPG Agustia Mahendra, tanpa alasan.

Akibat itu, lanjutnya, aktivitas memasak dan operasional dapur, serta pendistribusian MBG ke masyarakat penerima manfaat terhenti total sejak satu bulan terakhir.

“Benar sejak awal Juni, pak Agustia (kepala SPPG-red) sudah tidak ada di dapur. Gara-gara itu, aktivitas dapur pun tidak berjalan,” katanya kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Sujarwo menyebutkan, bahwa kepala dapur SPPG Sukaratu 006 Agustia Mahendra bukan asal Pandeglang. Yang bersangkutan, katanya, merupakan orang luar Pulau Jawa.

“Keberadaannya tidak lagi terlihat di area dapur sejak 24 Mei 2026, sehingga berimbas pada lumpuhnya seluruh pelayanan pemenuhan gizi untuk masyarakat sekitar,” katanya.

Sujarwo berharap, persoalan ini bisa segera mendapat perhatian pemerintah pusat, dengan menunjuk kembali kepala SPPG baru agat dapur MBG Sukaratu 006 bisa kembali normal.

“Ya, kesalahan ini bukan ada pada kami yang bertugas di lapangan atau pemilik dapur, tapi sepenuhnya karena tidak adanya kepala SPPG. Maka dari itu, kami berharap ini ada jalan keluar, agar aktivitas perekonomian di sini bisa kembali berjalan seperti semula,” harapnya.

Terpisah Cecep, Penanggung Jawab MBG Kampung Pasir Angin yang menaungi Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda dan PAUD Nurul Wahid berharap, hal serupa.

Cecep mengaku, sudah tiga pekan ini areanya tidak mendapatkan pasokan makanan bergizi gratis dari SPPG Sukaratu Majasari 006.

“Sama pak, kami juga menginginkan SPPG Sukaratu Majasari 006 bisa kembali beroperasi. Karena, utusan dari ponpes dan PAUD sudah pada menanyakan. Murid-murid di sekolah mereka, berharap untuk segera dikirim MBG,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Majasari Fitra Rianto mengatakan, pergantian kepala SPPG Sukaratu Majasari 006 yang baru sudah diajukan, dan bahkah berkasnya sudah menjadi nota dinas.

Fitra sepakat, pergantian SPPG Sukaratu Majasari 006 segera dilaksanakan, agar para KPM bisa kembali menerima manfaat.

“Tapi, itu memang bukan kewenangan kami, melainkan kebijakan BGN pusat bidang SDM. Kami hanya bisa berharap, semoga pergantian kepala SPPG Sukaratu Majasari 006 bisa secepatnya, agar program makan bergizi gratis masyarakat setempat kembali terlayani,” harapnya.***

Penulis: Endang Yoga
Editor: Abdul Azis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini