
SERANG,SOROSOWAN.CO.ID – Sebanyak 50 Kepala Sekolah (Kepsek) Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Regional Banten Barat menggelar silaturahmi dan koordinasi, di Aula Tb. Suwandi, Pemkab Serang, Sabtu (1/8/2026).
Selain dalam rangka memperingati Milad ke- 23, kegiatan tersebut juga guna memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam terpadu melalui penguatan kepemimpinan sekolah, peningkatan kompetensi pendidik, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Selain para guru, dan pemerhati pendidikan, hadir juga Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas.
Irmawati, salah seorang pimpinan JSIT Banten mengatakan, kegiatan silaturahmi dan koordinasi merupakan agenda rutin organisasi untuk memperkuat komunikasi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan koordinasi antar kepala sekolah yang tergabung dalam JSIT Indonesia di wilayah Banten Barat.
Irmawati mengatakan, jika kepala sekolah memiliki posisi sentral dalam menerjemahkan berbagai kebijakan organisasi sebelum diterapkan di masing-masing satuan pendidikan.
Oleh karenanya, pemahaman kepala sekolah terhadap setiap program JSIT menjadi faktor penting agar implementasinya dapat berjalan secara efektif di tingkat sekolah.
“Kepala sekolah memiliki peran penting dalam mentransformasi pesan-pesan penting dari JSIT kepada para guru. Sebelum guru menerima dan menjalankan arahan organisasi, kepala sekolah terlebih dahulu harus memahami substansi dari setiap kebijakan tersebut,” katanya.
Irmawati berharap, forum koordinasi tersebut dapat memperkuat jejaring antar kepala sekolah sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan Islam terpadu di wilayah Banten Barat melalui pertukaran pengalaman dan penguatan kolaborasi.
“Kegiatan Silaturahmi dan Koordinasi Kepala Sekolah JSIT Indonesia Regional Banten Barat ini diikuti sekitar 50 kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan yang tergabung dalam JSIT,” katanya.
Menurut Irmawati, pada hari yang sama, JSIT Indonesia juga memperingati Milad ke-23 yang dipusatkan di Kota Depok, Jawa Barat.
Momentum ini, katanya, menjadi bagian dari upaya organisasi memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam terpadu melalui penguatan kepemimpinan sekolah, dan peningkatan kompetensi pendidik.
“Bukan hanya itu, kegiatan ini juga merupakan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan,” ungkapnya.

Sementara dalam sambutannya, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menyebutkan, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam mengarahkan tenaga pendidik, sekaligus menjadi motor perubahan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan melahirkan generasi unggul dan berprestasi.
Menurut Najib Hamas, keberhasilan dunia pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas kurikulum dan sarana prasarana, tetapi juga dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah dalam membangun budaya kerja, mengarahkan guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan peserta didik.
“Kepala sekolah menjadi ujung tombak dalam mengarahkan tenaga pendidik agar anak didik semakin unggul dan berkualitas. Kepala sekolah juga harus memiliki spirit perubahan untuk melahirkan siswa yang unggul dan berprestasi,” katanya.
Najib memastikan, kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh tenaga pendidik menjalankan tugas secara profesional sekaligus mampu beradaptasi terhadap perkembangan pendidikan yang terus berubah.
Kepemimpinan yang kuat, menurut Najib, akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi peserta didik.
Oleh karenanya, hubungan antara kepala sekolah dengan guru tidak cukup dibangun atas dasar hubungan struktural maupun administratif semata. Lebih dari itu, keduanya harus membangun ikatan sebagai sebuah keluarga besar yang memiliki visi bersama dalam menciptakan sekolah sebagai rumah kedua bagi para siswa.
“Kepala sekolah dan guru bukan semata-mata memiliki hubungan kerja, tetapi harus menjadi sebuah keluarga dalam membangun visi sekolah sebagai rumah kedua bagi murid. Dari situ akan lahir sistem pendidikan yang lebih berkualitas,” ungkapnya.
Najib menambahkan, jika pembangunan mutu pendidikan memerlukan sistem yang utuh sehingga setiap unsur di lingkungan sekolah dapat menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara optimal.
Sistem tersebut, lanjutnya, harus mampu memperkuat kolaborasi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan pemerintah.
“Harus dibangun sistem yang utuh agar seluruh komponen dapat menjalankan tanggung jawab sesuai tugasnya masing-masing. Dengan demikian, tujuan menghadirkan pendidikan yang berkualitas dapat diwujudkan secara bersama-sama,” katanya.
Najib Hamas berjanji, Pemkab Seranh akan terus mendukung berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan, termasuk penguatan kapasitas kepala sekolah dan tenaga pendidik, karena keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari kualitas kepemimpinan di setiap sekolah.
“Sinergi antara pihak sekolah dan pemerintah harus terus dibangun karena semuanya memiliki peran yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun sistem pendidikan dan melahirkan generasi terbaik di masa depan,” ujarnya.***
Penulis: RD Dikdik M
Editor: Abdul Azis
















































