
LEBAK,SOROSOWAN.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni meresmikan jembatan hasil swadaya masyarakat Lebak, yang berada di Kampung Cibogo, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Rabu (30/9/2026).
Jembatan Leuwi Kukuk, dibangun secara swadaya oleh warga sejak awal Juli 2026, dengan harapan dapat memperlancar mobilitas masyarakat setempat.
Gubernur Andra Soni mengapresiasi, partisipasi warga yang rela bergotong royong membangun infrastruktur tersebut.
Menurutnya, jembatan ini memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas perekonomian, perdagangan, pertanian, hingga pendidikan masyarakat.
“Insyaallah, kami juga akan membantu memperbaiki jalan yang dilewati warga. Saya melihat aktivitas di sini sangat hidup, ada sekolah, pusat kesehatan, dan sentra pertanian,” ujarnya.
Gubernur Andra Soni berharap, kolaborasi antara pemerintah desa, kabupaten, provinsi, pusat, dan masyarakat dapat terus terjalin. Sinergi ini diyakini, katanya, akan memberikan dampak positif bagi pembangunan di Provinsi Banten.
“Semangat gotong royong ini sejalan dengan momentum menjelang peringatan HUT ke- 26 Provinsi Banten yang mengusung tema ‘Banten Bergerak, Maju Berdampak’,” ujarnya.
Selain meresmikan jembatan, Andra Soni turut meninjau sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta di desa tersebut. Kondisi madrasah yang berdiri sejak 2009 itu dinilai memprihatinkan karena belum pernah direnovasi, padahal masih aktif digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Kondisi bangunannya sudah banyak yang rusak, mulai dari atap, dinding, hingga plafon,” ungkap Andra Soni.
Merespons hal tersebut, Gubernur Banten Andra Soni langsung menginstruksikan jajarannya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak guna melakukan perbaikan fasilitas pendidikan itu.
“Saya ingin anak-anak tetap menjaga semangat belajarnya, terlebih dalam mendalami pelajaran agama,” tandasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Banten Daerah Pemilihan (Dapil) Lebak Musa Weliansyah, mengimbau, masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas publik yang telah dibangun.
“Jalan dan jembatan adalah urat nadi kehidupan yang menggerakkan berbagai sektor. Oleh karena itu, pembangunan jembatan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga pembangunan peradaban,” katanya.***
Penulis: Wildan Ma’ruf
Editor: Abdul Azis


















































