Dapur MBG Kolelet Serap Produk UMKM dan Hasil Panen Petani Lokal

14
0
Sejumlah pengelola Dapur MBG Kolelet
Sejumlah pengelola Dapur MBG Kolelet foto bersama saat akan menyalurkan MBG ke sejumlah sekolah di Kecamatan Picung, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Kolelet, Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, patut dicontoh.

Selain selalu mengedepankan makanan higienis, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini, juga kerap menyerap produk UMKM dan hasil panen petani lokal untuk kebutuhan menu gizi masyarakat dan para siswa.

Akuntan SPPG Kolelet, Kecamatan Picung Jamal Nur Mulyana membenarkan, dapur MBG Kolelet rutin membeli bahan baku langsung dari petani dan pelaku UMKM lokal.

“Komoditas yang paling banyak diserap berupa sayuran, tahu, telur, dan beras. Setiap hari dapur ini membutuhkan kurang lebih sekitar 175 – 200 kilogram bahan pangan,” katanya kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Jamal, setiap hari Dapur MBG Kolelet meneluarkan biaya sebesar Rp28 juta untuk membeli kebutuhan pokok tersebut. Sehingga, perputaran ekonomi di tingkat petani dan pemasok lokal dirasakan terus meningkat, setelah ada dapur MBG ini.

“Untuk tahu dan sayuran masing-masing kita siapkan Rp1,8 juta. Sementara untuk beras mencapai Rp3 juta dalam satu harinya,” ujarnya.

“Tentunya ini merupakan dampak langsung dari program MBG, petani tidak perlu jauh-jauh menjual ke pasar karena hasilnya langsung diserap dapur. Selain harga stabil, distribusi juga lebih cepat,” sambungnya.

Selain itu, kata Jamal, SPPG Kolelet tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga berperan mendorong ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa.

“Kami ingin memastikan bahan pangan yang digunakan berasal dari petani sekitar. Dengan begitu, program gizi berjalan dan ekonomi warga juga ikut bergerak,” ujarnya.

Jamal mengatakan, saat ini Dapur MBG Kolelet telah melayani 3000 penerima manfaat, yang tersebar di 19 sekolah.

“Alhamdulillah saat ini yang sudah terlayani ada sekitar 3000 orang yang tersebar di 19 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA sederajat,” katanya.***

Penulis: Endang Yoga
Editor: Abdul Azis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini