Menurut Irna, pencegahan stunting bukan saja melakukan pemberian vitamin kepada balita. Namun, perlu juga diperhatikan calon ibu muda, sebab salah satu faktor terjadinya kasus stunting adalah kurangnya kesehatan reproduksi di kalangan remaja putri.
“Untuk itu, kami juga punya program sarita (sehat berseri tanpa anemia-red), kami berikan vitamin dan zat besi bagi para remaja putri,” tuturnya.
Irna menambahkan, dalam pencegahan stunting juga ada program keroyokan yang dilakukan oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), misalnya pembangunan Sanimas yang dilakukan oleh DPKPP, atau Pamsimas oleh Bappeda.
“Semua ikut berperan, bukan hanya Dinkes semata, kami harap dengan banyaknya program yang dibuat kasus stunting bisa turun lagi, bahkan ke angka zero,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Raden Dewi Setiani mengkalim, kasus stunting di Pandeglang saat ini mengalami penurunan.
Katanya, keberhasilan itu, merupakan hasil kolaborasi semua pihak dan dukungan penuh dari Bupati Pandeglang Irna Narulita.
“Tahun lalu kami berhasil menurunkan stunting diangka 8 persen, padahal kami menargetkan 3 persen. Tahun ini masih ada 2.840 kasus stunting, dan kami harap ini bisa diturunkan lagi,” katanya.
Dewi berharap, setelah ada penanganan optimal, tahun berikutnya tidak ada lagi stunting.
“Kami dari pihak kesehatan akan terus berupaya mendorong terkait pola asuh anak, pola makan, dan kebersihan lingkungan masyarakat,” katanya.***



















































