Istri legislator dari Fraksi PKS Ahmad Dimyati Natakusumah berharap, santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan atau hifdzunnafs adalah esensi ajaran agama.

Terutama, lanjut dia, ditengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk.

“Karena menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Panitia HSN ke-8 tingkat Kabupaten Pandeglang Tb Nurjaman mengatakan, di puncak HSN tanggal 22 Oktober, seluruh rangkaian kegiatan telah dilaksanakan.

“Pada HSN kali ini, banyak kegiatan yang telah kami laksanakan untuk memeriahkannya. Di antaranya, lomba marhaba, marawis, hadroh, mars hari santri, kaligrafi, senam santri, pidato tiga bahasa, dan qiroatul kutub,” ungkapnya.

Nurjaman mengaku, HSN tahun ini paling meriah, dan telah mengukir sejarah dalam tujuh tahun terakhir semenjak peringatan dilakukan di tingkat kabupaten.

“Pagi ini sejarah kita cetak, Pandeglang sebagai kota Santri membeberkan fakta empiris hari santri yang di prakarsai oleh seluruh ormas Islam di Pandeglang,” katanya.

Nurjaman berharap, julukan santri bukan hanya simbol atau label, tetapi juga merupakan sebuah nilai yang melekat pada setiap orang.

Oleh karena, nilai melekat tersebut yang paling utama harus dimiliki oleh setiap orang, bukan hanya santri. “Jika para pemangku kebijakan nyantri, maka semua akan memiliki moral yang baik,” ujarnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini