
JAKARTA,SOROSOWAN.CO.ID – Dua poros kekuatan politik yang membidangi lahirnya pemerintahan, diam-diam terus mematangkan cetak biru rekonsiliasi jangka panjang.
Bertempat di markas Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Jakarta, upaya konsolidasi itu kembali bangkit melalui pertemuan lanjutan antara faksi pengusung Asta Cita dan pemikir di balik layar Nawacita.
Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari rembuk awal yang digelar pada 26 Agustus 2026 lalu.
Delegasi Tim Nawacita yang dinakhodai oleh Suryo disambut langsung oleh jajaran teras FORMAS.
Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati tampak didampingi oleh Sekretaris Jenderal Khairul Makhali, Ketua Dewan Pakar Serian, serta Wakil Ketua Dewan Pembina FORMAS, Firdaus.
Dalam kesempatan itu, Suryo menegaskan, bahwa rajutan silaturahmi antara organ Nawacita dan Asta Cita ini krusial demi memangkas sumbatan komunikasi politik.
“Ke depan kita harapkan, ada sinergi antara Formas yang menjadi garda Astacita bersama tim Nawacita dalam satu kesatuan,” ujar Suryo, Rabu (9/9/2026).
Berbeda dengan pertemuan perdana yang masih meraba format gerak, komunikasi jilid dua ini bergerak lebih taktis dan mengerucut.
Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo membocorkan, bahwa agenda terdekat dari rangkaian safari politik ini adalah mempertemukan dua tokoh kunci di belakang masing-masing kubu: Hashim Djojohadikusumo selaku Ketua Dewan Pembina FORMAS dan mantan Presiden Joko Widodo.
“Dengan pertemuan ini, kita segera mempertemukan Bapak Hashim bersama Bapak Jokowi,” tutur Handojo.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut digadang-gadang akan menjadi kompas penentu. Melalui meja bundar itu, pembagian peran dan peta jalan program kebangsaan diharapkan menjadi lebih benderang.
Sinergi ini mengusung misi besar yang diplomatis: menciptakan atmosfer “Indonesia sejuk” sekaligus mengamankan keberlanjutan pembangunan.
Perisai Politik Hingga 2029
Namun, di luar retorika perdamaian, ada komitmen strategis yang disepakati di ruang sidang. Wakil Ketua Dewan Pembina FORMAS yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus mengungkapkan, adanya kesepakatan untuk mengawal ketat stabilitas politik nasional.
Kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk menjaga dan mengamankan kepemimpinan nasional hasil Pemilu 2024, yaitu pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka hingga masa bakti keduanya paripurna pada akhir tahun 2029.
Dua kekuatan yang merepresentasikan elemen penting penyokong kekuasaan ini sepakat bahwa ketegangan politik pasca-pemilu harus diredam lewat program-program konkret yang langsung menyentuh masyarakat.
Rancangan program mitigasi politik dan pembangunan berkelanjutan nantinya akan dirumuskan dalam kesempatan berikutnya.
“Dari diskusi ini akan ditindaklanjuti dalam rapat pleno serta dikomunikasikan secara intensif dengan Dewan Pembina Formas dan Pembina Nawacita,” kata Firdaus.***
Penulis: Abdul Azis

















































