Irna menegaskan, untuk meningkatkan Indeks Prestasi Manusia (IPM) di Pandeglang, itu harus didominasi dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), di antaranya kualitas pendidikan.
“Indeks Pembangunan Manusia kita kurang lebih diangka 6,5 persen, indek ini berkaitan dengan pendidikan. Kami ingin mengangkat harkat dan derajat, agar masyarakat kami punya daya saing,” ungkapnya. [irp]
Sementara, Rektor UT Serang Prof Dr Ojat Darojat yang hadir di acara tersebut, mengatakan, Prokampus merupakan kesempatan besar bagi warga Pandeglang, dan pihak UT untuk mendapatkan amanah membina anak bangsa yang ada di Kabupaten Pandeglang.

“Pemkab sudah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan strata satu dengan gratis. Dan UT bisa berbagi akses pendidikan di Pandeglang, ini luar biasa,” katanya.
Ojat mengatakan, tujuan pendirian UT 38 tahun lalu adalah untuk menyelesaikan masalah akses pendidikan.
“Jadi UT didesign bagaimana caranya bangsa kita dipelosok semuanya dapat menikmati jasa perguruan tinggi,” tuturnya.
Sedangkan, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang Sutoto menyebutkan, kuota Prokampus tahun ini sebanyak 100 orang. Namun, saat ini pendaftar lebih dari jumlah itu. [irp]
“Mereka yang daftar dari SMA, SMK, dan sederajat. Seleksi lebih ke administrasi, dan mereka semua berdomisili di Pandeglang,” katanya.
Toto menerangkan, syarat bagi warga Pandeglang yang ingin menjadi peserta Prokampus, di antaranya mereka harus warga miskin, dan tidak mampu.
Selain itu, harus siap menyanggupi belajar sampai lulus, tidak berhenti ditengah jalan kecuali ada halangan yang sangat mengikat.
“Kita prioritaskan warga tidak mampu yang ikut seleksi. Mereka harus membuat kesanggupan hingga selesai kuliah, jika tidak ada konsekuensinya,” imbuhnya.
Toto menambahkan, apabila ada peserta yang putus ditengah jalan, maka mahasiswa yang bersangkutan harus melakukan pengembalian.
“Jika mereka (mahasiswa Prokampus-red) tidak lulus tepat waktu, selanjutnya pembiayaan ditanggung sendiri. Makanya, harus serius dalam kuliahnya, jangan sampai main-main,” ungkapnya.***



















































