Menurut Yusuf, selain mengakibatkan jalan poros desa longsor, bencana alam yang terjadi di wilayahnya juga telah membuat areal pertanian miliknya rusak akibat tertimbun reruntuhan tanah.
“Sawah yang tertutup tanah memang tidak luas, sekira kurang lebih 350 meter persegi. Tapi ini cukup merusak, karena kondisinya sedang ditanami,” ujarnya.
Ebi Idris Supriadi, warga Kampung Manungtung, Desa Cilabanbulan, Kecamatan Menes lainnya mengatakan, hal yang sama.
Menurutnya, bencana tanah longsor di wilayahnya akibat kostur tanah yang labil dan disertai oleh derasnya hujan yang terjadi saat itu.
“Tampaknya tembok penahan tebing tidak kuat menahan beratnya beban tanah, dan pepohonan besar yang ada sehingga tanah menjadi longsor,” katanya.***


















































