“Awalnya paket itu telah ditenderkan, tetapi tidak ada kontraktor yang memasukan dokumen penawaran. Sehingga, kini harus ditender ulang,” kata Bayu kepada sejumlah wartawan.

Menurut Bayu, ada beberapa hal yang menyebabkan paket proyek itu harus kembali ditenderkan, di antaranya karena minimnya peminat.

“Namun saya berharap hal itu tidak lagi terjadi. Ke depan ada pihak ketiga yang melakukan penawaran,” katanya.

Bayu berjanji akan melakukan pengawasan ketat terhadap semua kegiatan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur tersebut.

Upaya itu, kata dia, bertujuan agar pengerjaan proyek oleh pihak ketiga dilakukan dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.

“Pengawasan sudah pasti akan kita lakukan, agar tidak dikerjakan pemborong asal-asalan. Karena kita pun ingin hasil pembangunan yang maksimal,” katanya. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini