Al Muktabar berharap, ke depan persoalan hulu dan hilir pada sektor pangan dapat saling menguatkan, sehingga dapat diwujudkannya ketahanan pangan hingga daulat pangan.
“Kita berharap agar petani juga dapat menatakelolakan hasil panennya ini. Karena hulu dan hilir untuk menjaga ketahanan pangan kita,” tandasnya.
Menurut Al Muktabar, untuk mewujudkan semua itu dibutuhkannya peran semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat pada umumnya.
“Kita harus bergotong royong, dengan bergotong royong itu menjadi cerminan tata kelola pemerintah dan masyarakat kompak, sehingga memiliki kemampuan,” ucapnya.
Sementara Camat Sobang, Kabupaten Pandeglang Johanas Waluyo mengatakan Kecamatan Sobang memiliki potensi besar pada bidang pertanian, lantaran sebagian besar wilayah merupakan sawah dan perkebunan.
“Sobang salah satu lumbung padi terbesar di Kabupaten Pandeglang, dan Sobang miliki potensi besar karena pertanian dan kegiatan gotong royong yang masih kuat,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengakui, jika Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu sentra beras di Provinsi Banten, bahkan hingga tingkat nasional, dengan kontribusi hampir 1 persen.
“Untuk di Banten, Kabupaten Pandeglang sebagai kontributor terbesar hampir 36 persen. Bisa kita sampaikan Pandeglang menjadi sentra besar beras yang memiliki posisi strategis,” ujarnya.
Agus mengatakan, untuk menjaga dan meningkatkan hal tersebut dibutuhkannya penguatan pada hulu dan hilir, dengan cara dilakukan secara bersama-sama.
“Kita butuh kekuatan, agar ekosistem gabah di Banten dapat berjalan baik dan harapan cadangan beras di Banten dapat dikuasai,” ungkapnya.***


















































