
LEBAK,SOROSOWAN.CO.ID – Puluhan warga Kabupaten Lebak yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu Melawan (ARBM), menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati dan gedung DPRD Lebak, Rabu (17/9/2025).
Aksi unjuk rasa warga ini tentunya didorong oleh rasa kecewa mereka, karena sejak Muhammad Hasbi Asidiki Jayabaya dilantik menjadi Bupati Lebak belum terlihat akan adanya perbaikan.
Malah sebaliknya, belakangan ini di Kabupaten Lebak muncul sejumlah masalah, seperti pengelolaan dana CSR yang tidak jelas, maraknya aktivitas tambang ilegal, serta mengkhawatirkannya dugaan tindakan korupsi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan LKM.
Begitu juga dengan kinerja anggota DPRD Lebak, pendemo menilai sebagian dari mereka kurang amanah. Mayoritas wakil rakyat yang sudah genap satu tahun menjabat ini, cenderung hanya berusaha menikmati fasilitas mewah, bukan membantu masyarakat yang tengah dilanda banyak penderitaan.
Kata pendemo, sikap kurang perhatiannya anggota DPRD itu terbukti dengan besaran gaji dan tunjangan yang diterima mereka, masing-masing sebesar Rp100 juta per bulan.
“Kami datang ke sini (unjuk rasa-red) sebagai koreksi, karena kami ingin ke depan pengelolaan pemerintahan di Kabupaten Lebak semakin baik lagi,” kata Aji Rosyad, salah seorang pengunjuk rasa saat berorasi.
Sutisna, pengunjuk rasa lainnya menambahkan, persoalan lain yang terjadi di Kabupaten Lebak saat ini, di antaranya belum optimalnya pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin, pengelolaan pendidikan yang kurang berkualitas, dan tidak transparannya pengelolaan anggaran untuk pemuda.
Ditambah lagi, kata dia, dengan adanya dugaan korupsi dana penyertaan PDAM dan maraknya aktivitas penambangan ilegal di sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak.
Uun, pengunjuk rasa lainnya juga mengatakan hal yang sama. Dia mengancam, akan kembali menggelar unjuk rasa lanjutan ke pendopo dan gedung DPRD dengan jumlah massa yang lebih besar, jika semua tuntutan itu diindahkan. Namun, aksi lanjutan itu akan diawali dengan penggalangan donasi, demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Lebak.
“Kabupaten Lebak saat ini sedang dilanda banyak masalah, jadi jika semua ini tidak segera diselesaikan, maka kami akan kembali menggelar unjuk rasa dengan massa yang lebih besar,” ujarnya.
Diketahui, selain berorasi dan mengibarkan bendera one piece, pengunjuk rasa juga membakar ban bekas, tanda perlawanan. Namun hingga unjuk rasa berakhir, jalannya demontrasi tetap berlangsung tertib.***
Penulis: Wildan Ma’ruf
Editor: Abdul Azis

















































