Sedangkan, Direktur Utama LSP Janadarma Indonesia Hairullah Gazali menerangkan, proses pelatihan yang diikuti 50 pelaku seni pertunjukan dibagi dua tahap, yaitu refreshment atau mengingat kembali, dan tahap uji kompetensi.

“Di tahap uji kompetensi ini pelaku seni pertunjukan akan digali apakah sudah memenuhi standar atau belum. Kalau sudah maka, kita akan nilai sudah kompeten,” katanya.

Gazali berharap, setelah kegiatan pelatihan itu, seni pertunjukan yang ada di Provinsi Banten bisa berdaya saing di kancah nasional maupun internasional.

“Seni pertunjukan bukan sekadar pelestarian, tetapi menjadi industri. Semoga para pelaku seni ini dapat membuat ide-ide baru dan terus berkarya,” katanya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini