Mahasiswa13 Negara Belajar Budaya dan Adat Istiadat Indonesia di Objek Wisata Bukit Sinyonya

4
0
Objek Wisata Bukit Sinyonya
Mahasiswa mancanegara saat memainkan budaya lokal Indonesia, di objek wisata Bukit Sinyonya, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Rabu (22/7/2026). (Foto: Istimewa)

PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Sebanyak 138 mahasiswa dari 13 negara, belajar budaya dan adat istiadat bangsa Indonesia di objek wisata Bukit Sinyonya, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Selasa-Kamis (21-23/7/2026).

Para mahasiswa asal luar negeri ini sengaja berkunjung ke Bukit Sinyonya Pandeglang, untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat desa setempat yang dirasa masih sangat terjaga.

Selain belajar sejarah, adat istiadat, dan masalah tata kerama, para pelajar asal mancanegara ini juga diajarkan dasar-dasar pencak silat, membatik, memainkan alat musik angklung, hingga mencoba permainan tradisional.

Bahkan tak kalah penting, ratusan mahasiswa asing itu juga dibebaskan bercengkerama atau berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Terlihat para mahasiswa asing tersebut sangat menikmati kegiatan itu, terlebih di sekitar lokasi, panorama alam Bukit Sinyonya yang masih asri selalu membersamai.

International Office Manajer Universitas Multimedia Nusantara Septian Sugara menjelaskan, sengaja memilih objek wisata Bukit Sinyonya, karena memiliki kekayaan budaya dan adat istiadat yang masih terpelihara dengan baik.

“Ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa internasional untuk mempelajari kehidupan masyarakat Indonesia secara langsung,” katanya kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).

“Kami ada 138 peserta dari 13 negara, seperti Eropa, Timur Tengah hingga Asean. Jadi, selama satu minggu para mahasiswa ini akan belajar sustainability, nilai-nilai keberlanjutan dan budaya Indonesia,” sambungnya.

Menurut Septian, para peserta tidak hanya menjadi wisatawan, tetapi juga duta persahabatan yang membawa cerita tentang keberagaman budaya Indonesia ke negaranya masing-masing.

“Kunjungan mahasiswa dari 13 negara ini menjadi langkah baik bagi Desa Wisata Bukit Sinyonya dalam mengembangkan diri sebagai destinasi wisata berkelas internasional,” ujarnya.

Kata Septian, dengan mengedepankan pelestarian budaya, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan, Bukit Sinyonya membuktikan bahwa desa di Indonesia mampu menjadi jembatan diplomasi budaya sekaligus memperkenalkan identitas bangsa kepada masyarakat dunia.

“Kami melihat, dengan pengalaman yang didapat, mereka (para mahasiswa asing-red) telah merasakan secara langsung nilai-nilai gotong royong, keramahan masyarakat, serta filosofi budaya bangsa kita yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.

Sementara itu, Pengelola Desa Wisata Bukit Sinyonya yang juga Kepala Desa Bandung Wahyu Kusnadiharja mengatakan, kunjungan mahasiswa internasional ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Pandeglang ke tingkat dunia.

Menurutnya, desa wisata bukan sekadar destinasi rekreasi, tetapi juga ruang belajar lintas budaya yang mempertemukan masyarakat lokal dengan warga dunia.

“Kehadiran tamu dari berbagai negara ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, hingga pengembangan ekonomi kreatif masyarakat desa,” katanya.

“Bukan hanya itu, kunjungan ini juga menjadi kebanggaan bagi kami. Melalui Desa Wisata Bukit Sinyonya, kami ingin memperkenalkan budaya, tradisi, dan kearifan lokal Indonesia kepada negara-negara sahabat. Semoga dari pertemuan ini lahir persahabatan, kolaborasi, serta semakin banyak wisatawan yang datang mengenal Pandeglang,” sambungnya.***

Penulis: Endang Yoga
Editor: Abdul Azis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini