Rully menduga, kelangkaan minyak goreng saat ini terjadi karena pengaruh dari kebijakan pusat yang ingin menekan harga minyak goreng dengan program subsidi. Akan tetapi, aplikasi di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan, akibat sistem yang belum berjalan.
“Ini kasusnya nasional. Kita sudah dorong Disperindag untuk mencari solusi berkomunikasi dengan para agen dan distibutor,” ungkapnya.
Kemudian, Rully juga meminta, agar Pemerintah mengadakan pasar murah. Tujuannya, agar masyarakat terbantu ketika ada kelangkaan.
“Kami berharap Pemerintah segera action agar tidak terus-terusan terjadi kelangkaan minyak goreng seperti sekarang ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Lebak Orok Sukmana mengaku, pada Senin (14/2/2022) lalu, instansinya bersama Komisi II DPRD Lebak sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Rangkasbitung terkait kelangkaan minyak goreng.


















































