PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Pemkab Pandeglang diharapkan dapat terus berkomitmen dalam mendukung dan bersinergi dengan lembaga pendidikan non-formal, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Sikap itu, tentunya sangat dibutuhkan tujuannya untuk memberi kesempatan kepada masyarakat yang putus sekolah agar bisa tetap mendapatkan pengajaran.
Demikian hal tersebut disampaikan oleh Tabrani Kemal, salah seorang pengamat pendidikan dari Badan Pemantauan Pembangunan Provinsi Banten (BP3B), kepada wartawan, di sebuah kafe di Pandeglang, Selasa (21/10/2025).
Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini menjelaskan, bahwa keberadaan PKBM sangat relevan dengan program pemerintah pusat. Sebagai lembaga pendidikan non-formal yang dibentuk oleh dan untuk masyarakat.
Bukan hanya itu, PKBM juga bertujuan menyediakan wadah bagi berbagai kegiatan pembelajaran guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap masyarakat, agar mereka dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya.
“PKBM hadir sebagai solusi pendidikan bagi mereka yang tidak dapat mengakses pendidikan formal. Oleh karena itu, sinergitas antara PKBM dan seluruh pemangku kepentingan, terutama Pemkab Pandeglang, sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan perkembangan PKBM di daerah ini,” ujar Tabrani.
Sejauh ini, alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk PKBM di Kabupaten Pandeglang cukup signifikan. “Saya mengapresiasi kepada para pengelola PKBM yang terus berjuang untuk menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat yang putus sekolah. Sehingga, sinergitas antar pihak terkait, termasuk pendampingan dan pembinaan dalam pengelolaan yang profesional, sangat diperlukan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi (FK) PKBM Pandeglang Lukman Hakim mengharapkan, agar Pendidikan Kesetaraan kembali pada peran utamanya sebagai lembaga pendidikan yang menyediakan layanan paket A, B, C, serta muatan layanan lainnya, seperti Pemberdayaan dan Keterampilan.
Langkah ini penting untuk meningkatkan kualitas, daya saing, profesionalisme, dan kapasitas sumber daya manusia di Pandeglang, terlebih lagi di era 4.0 yang serba digital ini.
“Semuanya itu hanya bisa terwujud melalui gerakan multipihak yang saling bahu-membahu, menguatkan satu sama lain sesuai dengan kontribusi masing-masing, secara berjenjang dan bertahap,” katanya.***
Penulis: Endang Yoga
Editor: Abdul Azis



















































