“Capaian itu merupakan hasil kerja kolaborasi bersama seluruh Forkopimda dan stakeholeder, termasuk rekan-rekan media,” ujarnya.
Al Muktabar mengaku, dengan keberhasilan itu belum bisa berpuas diri, karena angka TPT di Banten harus terus ditekan guna mewujudkan generasi emas tahun 2045 nanti.
“Kita membutuhkan kerja sama multi pihak untuk membuat metode penurunan angka pengangguran, seperti kepada para masyarakat pencari kerja ketika sudah mendapatkan pekerjaan untuk mendaftarkan kembali bahwa dirinya sudah bekerja,” ungkapnya.
Al Muktabar berjanji, akan terus mendorong dan menggiatkan langkah konkret dalam menangani tingkat pengangguran di Provinsi Banten.
Di antaranya, kata dia, dengan menggelar job fair, berkomunikasi dengan para pengusaha, serta berupaya meningkatkan investasi sebagai lapangan pekerjaan, hingga mendorong UMKM dengan segala produknya.
“Saya meyakini dengan UMKM masyarakat dapat menjadi owner dan juga sebagai lowongan pekerjaan,” ungkapnya.
Selain UMKM, kata Al Muktabar, meningkatkan investasi juga merupakan satu peluang untuk membuka lapangan kerja.
“Hilirisasi itu penting bagaimana kita melakukan langkah-langkah mengurangi angka pengangguran terbuka di Provinsi Banten,” tuturnya.***


















































