“Program prosper bertujuan untuk menurunkan angka diare dan penyakit menular untuk siswa SD, guru, orangtua dan masyarakat sekitar melalui beberapa kegiatan seperti pembangunan atau rehabilitasi sarana air bersih, sanitasi dan hygiene serta peningkatan perilaku hidup bersih, sehat dan makanan sehat,” katanya.
Menurut Ida, melalui program Prosper tahap I telah dibangun sarana sanitasi atau toilet dan sarana air bersih di 10 SDN yang tersebar di Kecamatan Binuang, Cikande, dan Kecamatan Kibin.
Kemudian pembangunan 4 SDN, meliputi SDN Cibeureum Kecamatan Cikande, SDN Ciwajik Kecamatan Kibin, SDN Pasir Buyut 2 Kecamatan Jawilan, dan SDN Saninten Kecamatan Bandung yang dilaksanakan pada program Prosper tahap II.
“Selain itu juga disertai dengan peningkatan kapasitas dari para guru dan murid terkait kesehatan, hygiene dan nutrisi. Ini semua sebagai bagian dari komitmen untuk peningkatan akses air bersih, pengetahuan dan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ida mengapresiasi PT Cargill selaku CSR pendonor dan Yayasan Care Peduli Indonesia sebagai lembaga pelaksana program yang telah memberikan kontribusi yang sangat berarti, dalam upaya peningkatan derajat kesehatan.
“Khususnya bagi anak SD, yang dapat berpengaruh terhadap peningkatan indeks kesehatan dan indeks pendidikan di Kabupaten Serang,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Operasional Yayasan Care Peduli Luki Kurniawan menerangkan, untuk pelaksanaan program Prosper tahap III sasarannya lebih kepada integrasi dari seluruh capaian-capaian dari program prosper II yang diintegrasikan untuk menjadi satu model yang berkelanjutan.
“Dari modul-modul dokter cilik diintegrasikan ke dalam unit-unit sekolah melalui UKS, sehingga dari situ program-program untuk peningkatan ilmu pengetahuan tentang kesehatan bisa dilanjutkan ditingkat sekolah dan masyarakat,” katanya.***


















































