Sedangkan sektor terbesar untuk PMDN yaitu perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp10,45 triliun, dengan jumlah proyek sebanyak 1.767 proyek.

Kata Virgojanti, capaian investasi Provinsi Banten menduduki lima besar nasional. Data ini, berdasarkan rilis dari Kementerian Investasi tertanggal 24 Januari 2024.

“Posisi pertama dicapai oleh Provinsi Jawa Barat dengan Nilai investasi mencapai Rp210,6 triliun, kedua DKI Jakarta sebesar Rp166,7 triliun, ketiga Jawa Timur Rp145,1 triliun,” katanya.

“Sedangkan urutan keempat diduduki Provinsi Sulawesi Tengah dengan nilai investasi sebesar Rp112 triliun, dan kelima Provinsi Banten dengan nilai investasi mencapai Rp103,8 Triliun,” sambungnya.

Virgojanti mengklaim, instansinya kerap memperhatikan beberapa aspek dalam merealisasikan capaian investasi.

Seperti aspek promosi dan kerja sama, aspek pelayanan perizinan, aspek data dan informasi serta aspek pengendalian.

“Untuk aspek promosi dan kerja sama meliputi menyampaikan informasi tentang peluang investasi di Banten, melaksanakan bisnis gathering dengan para pelaku usaha dan memfasilitasi kerja sama antara usaha besar dengan mikro kecil dan menengah,” tuturnya.

Lalu untuk aspek pelayanan perizinan, kata Virgojanti, meliputi penyediaan Standar Operasional Prosedur (SOP) perizinan baik Online Single Submission (OSS) dan Sistem Informasi Perizinan Terbuka (SIPEKA).

Selain itu, juga memfasilitasi solusi atas kendala permohonan perizinan, menjaga mutu pelayanan perizinan sesuai ISO-9001 tahun 2015 dan ISO-27001 tahun 2013, dan memfasilitasi atas adanya pengaduan berkaitan dengan proses perizinan.

“Tidak hanya itu, kita juga menyiapkan aspek data dan informasi yang meliputi pengkajian potensi investasi baru di Banten, menyiapkan Rencana Umum Penanaman Modal Daerah, dan mengolah data perizinan,” katanya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini