
SERANG,SOROSOWAN.CO.ID – Upaya memperkuat program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana terus dilakukan pemerintah. Hal ini kembali diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja yang berlangsung di Gedung PKP-RI Serang, Minggu (30/11/2025) siang.
Acara dimulai pukul 13.00 WIB dan diikuti ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat.
Kegiatan tersebut menghadirkan jajaran pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya tuan rumah Tubagus Undrasengsana, Anggota DPR RI Komisi IX Tubagus Haerul Jaman, Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Nafis, serta Kepala DP3AP2KB Kota Serang Anton Gunawan. Kehadiran mereka menjadi wujud sinergi pusat dan daerah dalam menjalankan visi keluarga sehat dan sejahtera.
Anggota DPR Tekankan Hindari Pernikahan Dini
Tuan rumah acara, Tubagus Undrasengsana, membuka kegiatan dengan menyoroti fenomena meningkatnya pernikahan usia muda yang masih kerap ditemukan di sejumlah wilayah. Menurutnya, usia pernikahan ideal merupakan faktor penting dalam membangun keluarga yang siap secara ekonomi, mental, dan kesehatan reproduksi.
“Kami mengajak para pemuda dan orang tua untuk lebih memahami risiko menikah dini. Usia ideal menikah adalah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Dengan menunda pernikahan hingga mencapai kesiapan yang matang, kita dapat mencegah berbagai dampak sosial maupun ekonomi, termasuk pengangguran dalam rumah tangga,” ujar Undrasengsana.
Ia juga menambahkan, persiapan keterampilan atau life skill bagi pasangan muda menjadi salah satu kunci ketahanan keluarga di masa depan.
Penguatan Program Nasional dan Penurunan Stunting
Anggota DPR RI Komisi IX Tubagus Haerul Jaman, menyampaikan bahwa Program Bangga Kencana kini berada dalam prioritas utama pemerintah, terutama dalam penanganan stunting. Melalui berbagai regulasi dan penguatan anggaran, pemerintah berupaya memastikan setiap keluarga mendapatkan akses layanan yang memadai.
“Bangga Kencana tidak sekadar program KB. Ini adalah program komprehensif yang bertujuan membangun keluarga yang tangguh. Pemerintah terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan reproduksi, pemantauan tumbuh kembang, hingga pendampingan keluarga berisiko stunting,” ungkapnya.
Haerul Jaman juga menyoroti implementasi Program Modul Berbasis Gizi (MBG) yang ditujukan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, terutama yang belum mengikuti PAUD. Melalui program tersebut, pemerintah berharap angka stunting di Banten dapat ditekan secara signifikan.
BKKBN Soroti Ketahanan Keluarga di Era Digital
Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Nafis, menjelaskan perkembangan terkini program Bangga Kencana yang kini memiliki cakupan lebih luas setelah BKKBN bertransformasi menjadi lembaga yang fokus pada pembangunan keluarga. Ia menekankan bahwa tantangan keluarga bukan hanya terkait ekonomi, namun juga pola interaksi antara anggota keluarga, terutama di era gawai.
“Sekarang banyak anak yang lebih dekat dengan HP dibanding orang tuanya. Ini memengaruhi perkembangan emosional dan sosial. Orang tua harus menjadi pendidik utama, bukan gadget,” jelasnya.
Ia mengajak peserta untuk memperkuat komunikasi dalam keluarga, memastikan pengasuhan berbasis cinta, serta menjaga kualitas hubungan suami-istri sebagai pondasi pembangunan keluarga.
Program Quick Wins dan Penguatan Layanan Daerah
Kepala DP3AP2KB Kota Serang, Anton Gunawan, memaparkan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan di tingkat kota sebagai implementasi Bangga Kencana. Program-program tersebut meliputi GATI, TAMASYA, GENTING, SIDAYA, hingga layanan integratif lainnya yang menyasar remaja, pasangan usia subur, keluarga balita, hingga lansia.
“Program-program ini hadir untuk menjawab kebutuhan keluarga di Kota Serang. Mulai dari edukasi pra-nikah, pendampingan keluarga berisiko stunting, hingga pemberdayaan lansia. Semuanya terintegrasi agar berdampak nyata,” jelas Anton.
Ia menambahkan bahwa Kota Serang akan mengalokasikan 10 persen penerima MBG bagi kelompok keluarga kategori 3B, yaitu keluarga yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting dan memperluas akses bantuan.
Bangga Kencana Dorong Indonesia Emas 2045
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga, peningkatan kualitas pengasuhan anak, serta pola hidup sehat. Sosialisasi yang berlangsung di Serang ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam membangun generasi emas yang sehat, cerdas, dan produktif.
Program Bangga Kencana sendiri memiliki visi besar untuk mendukung target Indonesia Emas 2045, dengan menjadikan keluarga sebagai pusat pembangunan manusia.(*)


















































