PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Pemkab Pandeglang, melalui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang Sutoto menyatakan, dukungannya terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto, khususnya tentang pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
Sutoto meyakini, keberadaan SR di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang dapat menurunkan angka kemiskinan.
“Dengan adanya Sekolah Rakyat kami optimis angka kemiskinan akan turun satu digit, dari 8 persen ke 7 persen. Dan angka kemiskinan ekstrem dari 0,5 persen, harapannya bisa terkikis habis,” kata Sutoto di sela-sela acara workshop pendidikan oleh Kemendikdasmen, di Hotel Altama Pandeglang, Selasa (16/6/2026).
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pandeglang ini menambahkan, selain dapat menurunkan angka kemiskinan dan mengikis habis kemiskinan ekstrem, SR juga dapat membentuk karakter bagi calon generasi penerus bangsa ke depan.
Sutoto mengungkapkan, jika kondisi angka kemiskinan di Kabupaten Pandeglang saat ini mencapai 8,52 persen, dan kemiskinan ekstrem 0,5 persen.
“Saya benar-benar yakin dengan adanya Sekolah Rakyat angka kemiskinan di Pandeglang akan turun,” tegasnya.
Menurut Sutoto, SR yang dibangun pemerintah pusat bakal menerima murid baru sebanyak 500 siswa, terdiri dari siswa SD, SMP dan SMA, dengan waktu bulan Juli mendatang.
“Untuk kuota Kabupaten Pandeglang, sebanyak 90 siswa SD, 90 siswa SMP dan 90 siswa SMA. Sisanya dari 500 tadi, ada untuk kabupaten/kota lain se-Provinsi Banten,” katanya.
Sutoto menerangkan, jika teknis penerimaan murid baru bagi SR berbeda dengan sekolah umum, dengan syarat-syarat tertentu.
“Sekolah Rakyat adalah penjangkauan atau istilah lainnya, rujukan dari keluarga rumah tangga miskin yang masuk kategori desil I 10 persen atau pendapatannya paling rendah. Kemudian, desil II atau 20 persen terendah,” katanya seraya mengatakan, ini dirujuk oleh pendamping PKH dan diantarkan.
Sutoto menjelaskan, jika sistem yang digunakan di SR dapat membentuk karakter jiwa kepemimpinan anak, karena boarding school atau sekolah di asrama.
“Saya kira sekolah ini merupakan pembentukan karakter yang sangat baik, karena sekolahnya anak menginap, seperti pondok pesantren. Nah, ini akan membentuk karakter jiwa kepemimpinan melalui Sekolah Rakyat tersebut,” ungkapnya.
Sutoto mengatakan, adapun peran Dindikpora Pandeglang terkait dengan program ini, adalah menyiapkan para calon Kepala Sekolah untuk tiga jenjang, yakni jenjang SD, SMP dan SMA.
“Kami sudah diminta menyiapkan calon kepala sekolah karena kedudukannya ada di Kabupaten Pandeglang. Ini kan satu keuntungan bagi Pandeglang. Saya usulkan 10 nama, namun nanti dari nama itu hanya 3 yang diambil, karena sekolahnya hanya ada tiga jenjang, 1 untuk kepala SD, 1 kepala SMP, dan 1 kepala SMA,” jelasnya.
“Sedangka untuk guru dan tenaga kependidikan itu langsung oleh Kementerian Sosial, dan ada prioritas dari PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Kemensos, dan dibuka juga dari umum,” sambungnya.
Menurut Sutoto, SR di Pandeglang bakal segera diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto, agar pada bulan Juli mendatang SR itu sudah bisa dipergunakan.
“Kondisi sekarang, menurut laporan sudah 67 persen progres pembangunannya. Jadi, pada bulan Juli, diyakini bakal sudah siap digunakan,” ungkapnya.***
Penulis: Endang Yoga
Editor: Abdul Azis



















































