
PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen dalam mempercepat pembangunan daerah, mulai dari infrastruktur dan sarana pendidikan hingga fasilitas lainnya.
Demikian hal tersebut disampaikan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani saat menjadi Inspektur Upacara HUT ke- 81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Pandeglang di Alun-alun Pandeglang, Senin (17/8/2026).
Bupati Dewi menyampaikan, bahwa sejak menerima amanah masyarakat bersama Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi pada 20 Februari 2025, pemerintah daerah terus berupaya menjalankan pembangunan dengan semangat kerja keras, kerja cerdas, dan kerja bersama.
“Kurang lebih satu setengah tahun yang lalu, tepatnya sejak 20 Februari 2025, saya bersama Wakil Bupati Pandeglang Bapak Iing Andri Supriadi menerima amanah masyarakat untuk memimpin Kabupaten Pandeglang. Amanah tersebut kami terima dengan penuh rasa syukur, namun sekaligus dengan kesadaran bahwa tugas yang kami emban tidaklah ringan,” kata Bupati Dewi.
Menurutnya, Kabupaten Pandeglang memiliki wilayah yang luas, terdiri atas 35 kecamatan, 326 desa, dan 13 kelurahan. Masyarakatnya tersebar mulai dari kawasan pesisir hingga wilayah pegunungan. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri sehingga pembangunan membutuhkan kerja keras, kerja cerdas, serta sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kami menyadari bahwa dalam waktu satu setengah tahun belum seluruh persoalan pembangunan dapat diselesaikan. Namun demikian, berbagai program terus dijalankan untuk memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Bupati Dewi menegaskan, salah satu kebutuhan utama masyarakat Pandeglang adalah tersedianya infrastruktur yang mantap dan merata. Jalan, kata dia, bukan sekadar sarana transportasi, tetapi menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.
“Jalan menghubungkan masyarakat dengan sekolah dan fasilitas kesehatan, menghubungkan petani dengan pasar, serta menghubungkan desa dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten Pandeglang,” jelasnya.
Dewi menjelaskan, pembangunan infrastruktur terus dilakukan setiap tahun. Melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, misalnya, telah dilaksanakan pembangunan ruas jalan Sukawaris–Tanjungan di Kecamatan Cikeusik sepanjang sekitar 4,5 kilometer dengan lebar 5,5 meter.
Pembangunan ruas jalan tersebut memiliki nilai sekitar Rp26,998 miliar dan diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Pandeglang juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Banten untuk memperoleh dukungan pembangunan infrastruktur,” lanjutnya.
Selain mengalokasikan anggaran melalui APBD Kabupaten Pandeglang, pada Mei 2026 Pemkab Pandeglang juga telah menyampaikan usulan program pembangunan infrastruktur kepada Bappenas sebagai bagian dari upaya mempercepat peningkatan konektivitas dan pembangunan daerah.
“Luas wilayah Pandeglang serta besarnya kebutuhan pembangunan membuat pembiayaan tidak dapat hanya mengandalkan satu sumber anggaran. Karena itu, sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Selain infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Bupati Dewi menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat dan Sekolah Terintegrasi menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses serta meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan bekerja hanya karena kewajiban, namun bekerjalah karena pengabdian,” tegasnya.
Bupati Dewi juga menyampaikan pesan kepada berbagai elemen masyarakat agar terus mengambil peran dalam pembangunan Pandeglang.
“Kepada para guru, teruslah mendidik anak-anak kita dengan ketulusan. Kepada para tenaga kesehatan, teruslah memberikan pelayanan dengan hati. Kepada para petani dan nelayan, teruslah menjadi kekuatan ekonomi Pandeglang. Kepada para pelaku UMKM, teruslah berinovasi dan berkembang,” katanya.
Sementara kepada generasi muda Pandeglang, Bupati Dewi berpesan agar tidak takut memiliki mimpi besar dan terus meningkatkan kualitas diri.
“Jangan takut bermimpi besar. Jadilah generasi yang berilmu, berkarakter, kreatif, produktif, berakhlak, dan mampu bersaing. Karena masa depan Pandeglang ada di tangan generasi muda,” tandasnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Bupati Dewi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan, kritik, masukan, serta partisipasi dalam pembangunan daerah.
“Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan. Masih banyak jalan yang harus dibangun, masih banyak jembatan yang harus diperbaiki, masih banyak sekolah yang membutuhkan perhatian, masih banyak anak yang harus kita lindungi dari stunting, masih banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, dan masih banyak keluarga yang harus kita dorong agar keluar dari kemiskinan,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut menjadi tantangan bersama yang harus terus dihadapi melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Karena itu, perjalanan pembangunan belum selesai. Justru perjuangan kita baru dimulai,” tegas Bupati Dewi.
Senada dengan Bupati Pandeglang, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi. Dia menyampaikan, bahwa percepatan pembangunan infrastruktur juga dilakukan melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten.
Salah satunya melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra. Melalui program tersebut, pada 2025 telah dibangun sebanyak delapan ruas jalan dengan total panjang mencapai 23,5 kilometer.
Sementara pada 2026, pembangunan kembali dilaksanakan pada delapan ruas jalan dengan total panjang 18,9 kilometer.
“Pembangunan tersebut menjadi bukti pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pandeglang dengan Pemerintah Provinsi Banten dalam mempercepat pemerataan infrastruktur,” kata Iing.***
Penulis: Endang Yoga
Editor: Abdul Azis

















































